Jakarta Bekerja Di Aplikasi Seluler Smart City

Jakarta Bekerja Di Aplikasi Seluler Smart City – Pemerintah Jakarta sedang mengerjakan aplikasi seluler multiguna yang akan memenuhi kebutuhan warga Jakarta untuk berbagai informasi tentang ibu kota, termasuk pembaruan terkini tentang banjir dan peta daerah yang terkena dampak di seluruh Jakarta.

Aplikasi ini, dijuluki Jakarta Kini (JAKI), dikelola oleh tim Jakarta Smart City (JSC), sebuah unit di bawah Badan Komunikasi, Informasi dan Statistik Jakarta, yang mengelola penggunaan teknologi informasi untuk layanan publik. Versi beta dari perangkat lunak telah diunduh 82.756 kali melalui Google Play store pada hari Jumat.

Ketua JSC Yudhistira Nugraha mengatakan tim telah mengembangkan aplikasi karena semakin banyak orang menggunakan smartphone daripada komputer.

“Prinsip mobile-first ini mendorong tim kami untuk mengembangkan aplikasi,” kata Yudhistira kepada The Jakarta Post pada hari Jumat. “Kami menganggap orang memiliki akses ke [smartphone].”

Saat ini dalam tahap uji coba, JAKI akan secara resmi diluncurkan pada bulan April atau Mei. Aplikasi ini berfungsi sebagai infrastruktur pendukung untuk meningkatkan program Kota Pintar Jakarta, yang diluncurkan pada tahun 2014 selama gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dalam upaya untuk meningkatkan tanggapan pejabat kota dalam menangani keluhan warga.

Jakarta Bekerja Di Aplikasi Seluler Smart City

JAKI menawarkan berbagai fitur dan saluran untuk memberikan informasi langsung kepada pengguna dari agen kota dan perusahaan milik kota.

JakRespons, fitur utama aplikasi, berfungsi sebagai sistem respons cepat bagi penduduk untuk mengajukan laporan tentang masalah yang terkait dengan, antara lain, perawatan kesehatan, kemacetan lalu lintas dan bencana, seperti banjir dan kebakaran. Aplikasi ini memiliki fitur geotagging yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan lokasi.

Selama uji coba aplikasi, pengaduan diajukan oleh pengguna pada 27 Januari tentang parkir ilegal di Jl. Pemukiman Industri Kecil Swakerta di distrik Kalideres Jakarta Barat diselesaikan dalam waktu 48 jam oleh Dinas Perhubungan Jakarta Barat, menurut data dari tim JSC.

Orang-orang dapat mengajukan laporan tentang apa saja mulai dari masalah sampah hingga pelanggaran lalu lintas. Mereka juga dapat melihat laporan terbaru yang diajukan oleh pengguna lain, kata Yudhistira.

Pada bulan Januari, JAKI menyelesaikan sekitar 93 persen atau 2.869 dari 3.061 keluhan yang diterimanya, data tim JSC menunjukkan. Keluhan menyumbang 22,1 persen dari 13.836 laporan yang diterima pemerintah Jakarta melalui 14 platform online-nya, termasuk situs web dan akun media sosial. Login 99Bandar

Tim memperkenalkan JakRespons pada 12 Januari, bersama dengan tiga fitur baru lainnya, yaitu JakPantau untuk memantau ketinggian air kota, dan JakCo untuk menghubungkan aplikasi JAKI dengan aplikasi perusahaan yang bermitra dengan kota, seperti pasar online Bukalapak.

JAKI juga menawarkan informasi tentang harga makanan di seluruh kota melalui fitur JakPangan, polusi udara (JakISPU) dan nomor telepon darurat (JakDarurat). JakWarta, agregator berita yang dikelola oleh pemerintah kota, memberikan perkiraan cuaca kepada pengguna dan peringatan dini tentang bencana yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Namun, tim JSC sedang berjuang untuk menjangkau lebih banyak pengguna, karena sebagian besar penduduk Jakarta belum mendengar tentang aplikasi ini.

“Orang-orang berkata kepada saya, ‘JAKI itu baik tetapi belum terkenal’,” kata Yudhistira. Apa yang kami coba selesaikan sekarang adalah bagaimana meningkatkan kesadaran orang tentang aplikasi.

Tim JSC, oleh karena itu, berencana untuk mengerahkan staf untuk mempromosikan aplikasi dan mengajar orang-orang di 44 distrik di seluruh kota tentang penggunaan aplikasi.

Grace, 22 tahun, warga Jakarta, yang bekerja di sebuah perusahaan konsultan manajemen, mengatakan bahwa ia mengetahui tentang aplikasi JAKI ketika ia menjelajah internet untuk mendapatkan pembaruan tentang program Jakarta Smart City.

“Saya tahu JAKI, tetapi saya belum mengunduhnya, karena saya belum punya apa-apa untuk dilaporkan,” kata Grace, yang juga lulusan perencanaan kota. Pemerintah kota dapat membuat hanya satu aplikasi untuk semua layanan publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *